Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Posts Tagged ‘overload KM Lawit’

Tragedi KM Lawit,Menyalahkan Siapa?

Posted by dedenia72 on September 22, 2011

Saya berada dalam KM Lawit dan akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menuju Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah. Kapal yang sejatinya dijadwalkan berangkat tanggal 21 September 2011 jam 20.00 WIB sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas jam 16.00 WIB. Penumpang tentu saja langsung menyerbu mencari tempat untuk istirahat selama perjalanan yang relatif lama. Saya yang datang relatif agak malam hanya bisa pasrah ketika melihat kapal sudah dipenuhi ribuan penumpang yang bahkan menempati sekoci penyelamat. Akhirnya saya duduk di haluan kapal tempat yang sama dengan Jack and Rose (Titanic) bermesraan.
Jam 19.30 tangga naik turun penumpang dipindahkan pertanda kapal akan tinggal landas. Namun kapal tidak kunjung berangkat. Tak lama berselang teriakan huuuu panjang disertai lemparan botol datang bertubi-tubi dari atas (kemungkinan dek 4-6). Ternyata teriakan ini adalah untuk penumpang yang baru datang setelah tangga kapal sudah dipindahkan. Aksi lempar botol pun berlansung lama. Jatuh korban 1 orang di bawah namun tidak jelas apakah ini karena lemparan botol atau apa. Insiden ini membuat semua penumpang di tempat yang sama dengan saya berpikir ‘inilah alasan kapal ini telat berangkat’.
Tak lama berselang ada pengumuman dari nahkoda yang berbunyi “kepada seluruh penumpang KM Lawit,sebelumnya kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ada. Bagi penumpang yang merasa tidak nyaman bisa turun dan ikut pelayaran selanjutnya. Tiket tidak hangus. Atas nama nahkoda dan ABK KM Lawit kami mohon maaf”. Terang saja ratusan penumpang turun dari kapal karena memang kapal penuh sesak. Saya termasuk penumpang yang memilih bertahan. Tiba-tiba seorang penumpang dibawah berteriak bahwa kapal miring. Ketika kami tengok ke arah kanan ternyata memang miring. Perbedaan tinggi sisi kiri dan sisi kanan hampir 1 meter. Terang saja kami panik. Beberapa penumpang yang tadinya memilih bertahan akhirnya memilih turun.
Kondisi kapal yang miring membuat keberangkatan kapal ditunda sampai sekarang (10.16 WIB,22 September 2011). Karena penasaran saya cari informasi ke awak kapal dan penumpang. Ternyata jawaban yang saya peroleh sama, kapal overload. Mencengangkan. Bagaimana bisa kapal yang jelas kapasitas penumpangnya bisa overload. Apakah tidak ada pembatasan kuota penjualan tiket kapal? Lalu hendak menyalahkan siapa? Penjual tiket atau pembeli tiket? Seandainya kapal ini tenggelam karena overload,siapa yang hendak bertanggung jawab? Apakah penumpang mendesak harus berangkat tanggal 21 September 2011 sehingga tiket ditambah? Atau penjual yang terlalu ingin mencari keuntungan yang lebih?
Kalau sudah terjadi seperti ini tentu banyak pihak yang dirugikan. Mari berkaca Indonesia. Salam Rimba Raya Lestari.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Menyikapi Kontroversi | Tagged: , , , , , | 16 Comments »