Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Archive for the ‘Gambut or Peat’ Category

Gambut

Posted by dedenia72 on September 4, 2009

Hutan rawa gambut di Kalimantan

Hutan rawa gambut di Kalimantan

Gambut (bahasa Inggris peat, Belanda veen) berasal dari tumbuhan mati sedang lapuk di lingkungan dengan penyegaran udara (aerasi) dan mineralisasi yang terhalang atau minimal. Mineralisasi mengahsilkan bahan an organic dari bahan organic. Bahan organic berupa selulosa, lignin. Lilin, protein, lemak dammar, alkaloida, pectin, dan seribu satu senyawa fotokimia, semuanya hasil fotosintesis klorofil. Fotosintesis menggunakan Read the rest of this entry »

Advertisements

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , | 3 Comments »

Gambut Tropis untuk Energi

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

Energi sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern. Lebih dari 85% kebutuhan energy kita dipenuhi dari energi yang berasal dari fosil. Energi dari fosil lainnya merupakan uratnadi seluruh kehidupan di dunia. Energi dari fosil dapat berbentuk minyak bumi, batu bara, dan gas alam adalah sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak, sekarangpun mulai memikirkan sumber energi lain yang bisa menggantikan minyak bumi, karena sumber energi yang berasal dari fosil semakin lama semakin habis tetapi kebutuhan untuk itu berkembang setiap hari. Ini juga merupakan alasan utama mengapa semua negara di dunia (terutama negara industri dan berkembang) memikirkan untuk mencari sumber yang dapat menghasilkan energi.

imagesPemanfaatan gambut sebagai mempunyai sejarah panjang. Ini sudah dimulai sejak Perang Dunia II (WEC, 2001). Gambut masih dihargai sebagai energi penting di kebanyakan negara Eropa sampai tahun 1950 an dan banyak pengembangan besar dilakukan di Irlandia, Swedia, Jerman, Denmark, Finlandia, dan negara anggota Uni Soviet. Di tahun 1960an, harga minyak dan batubara murah, kompetisi dari gambut sebagai energi dan pemakaian energi gambut mulai menurun di negara-negara ini, kecuali Irlandia dan Uni soviet. Memasuki tahun 1970an, walaupun harga minyak mulai naik, ini tidak membuat negara-negara Eropa di atas menaikkan pemanfaatan energi gambut mereka. Satu-satunya negara yang mengambil program pengembangan energi gambut adalah Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Gambut Zone Iklim Temperate

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

Di daerah iklim temperate, umumnya gambut dapat berkembang dari tumbuhan lumut-lumutan (Sphagnum moses), dan belukar (ericaceous shrubs). Type vegetasi dan penyebaran species vegetasi sangat berhubungan dengan ketersediaan unsur hara sebagai akibat dari perubahan bentuk lahan sebagai akibat dari perkembangan suksesi vegetasi. Pada lahan gambut di daerah temperate dikenal paling sedikit 4 type dari lahan gambut temperate yaitu: fens, raised bog , blanket bogs, dan marsh (Bord Na Mona, 2001).
Hubungan penyebaran species vegetasi pada berbagai type lahan gambut disajikan sebagai sebagai berikut: species tumbuhan yang lebih bervariasi seperti seperti lumut-lumutan (spaghnum spp) dan sedges (Carex spp), grasses, reeds dan trees umum dijumpai di daerah “fen”. Dimana gambut type Fen merupakan suatu lahan gambut minerothropik, dengan pemukaan air tanah berada sedikit diatas dengan permukaan gambut. Minerothropik adalah suatu istilah yang biasa dipakai untuk lingkungan lahan gambut yang sumber airnya kaya akan minerals. Oleh karena air yang relatif kaya akan unsur hara maka penyebaran species vegetasi pada gambut type fen lebih bervariasi. Sedangkan gambut Bog adalah suatu lahan gambut ombrotropik dengan muka air tanah dekat dengan permukaan gambut. Ombrotropik adalah istilah Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , | 1 Comment »

Tropical Peat for Energy

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

Energy is essential to modern society, as we know it. Over 85% of our energy demands are met by the combustion of fossil fuels. Fossil fuels are the lifeblood of all societies around the world. Fossil fuels, including liquid petroleum (oil), coal, and natural gas, are non-renewable sources of energy.

Indonesia as one of the oil exporting countries, at the present time has to find other energy sources to substitute for petroleum oil, because the fossil fuel reserve in Indonesia is becoming less and less but the demand about it is growing daily. This is also an important reasons why countries all over the world (especially industrical and developed countries) are concerned to find other sources which could producing energy.

imagesThe use of peat for energy sources had long history. It have been starting since World War II (WEC, 2001). Peat was still regarded as an important fuel in many European countries until the 1950s and many large development programs were undertaken in Ireland, Sweden, Germany, Denmark, Finland and member states of the former Soviet Union. In the 1960s, owing to the availability of cheap oil and coal, the competitiveness of peat as a fuel and the role of energy peat began to decrease in these countries, except for Ireland and the Soviet Union.  Entering the 1970s, although fuel prices had started to increase this did not turn back the above European countries to increase their energy peat utilization. The only European country to adopt a national energy peat development program thereafter was Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Origin and Nature of Tropical Peat

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

imagesPeat in wet tropical regions (including Indonesia) formed from the woods of tropical rain forest trees. The peat, therefore, is not composed of only fine organic debris but also contains a significantly large amount of coarse woody material from roots, branches and trunks of trees, which have decayed by different degrees. Tropical peat does not form a continuous and compact mass but consists of different sizes of organic material with different sizes of voids or holes.

BD (Bulk Density) values at tropical peat (especially in Indonesia) are about 0.1 to 0.02 g/cc. This values got from new methods of BD measurement for tropical peat. This methods using larger ring sampler than ring sampler which used to for mineral soils. For result, the values from new methods is smaller than values from usual ring sampler. In addition, BD of tropical peat cannot be considered homogeneous throughout the depth; therefore it would be very difficult to get a single representing value, especially for thick peat of, for example thicker than 5 m, that is common for tropical peat. An additional measurement of BD, by calculating auger column volume and weight of the samples of depthwise boring, could contribute data of deeper layers that are too difficult to be taken by box sampler.

Apart from the characteristics of the peat material itself, Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Gambut dan Cadangan Karbon

Posted by dedenia72 on August 8, 2009

imagesekKebetulan waktu saya sedang aktif menulis tentang gambut, saya datang ke seminar hasil penelitian teman saya yang berhubungan dengan gambut. Seminarnya tentang pembukaan rawa gambut untuk kelapa sawit dan pengaruh nya terhadap sifat kimia tanah gambut dan perhitungan kandungan karbon (M Ari Haryono, Ilmu Tanah IPB angkatan 2004).

Dalam seminarnya dia menyebutkan bahwa tanah rawa gambut akan berubah sifat kimianya jika dibuka menjadi perkebunan sawit. Yang berubah terutama adalah bobot isi, pH, dan kandungan C-org.

Saya tidak tertarik dengan perubahan kimianya karena saya sudah tau apa yang akan terjadi jika hutan rawa gambut dibuka dan dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Yang menarik buat saya adalah dalam penelitiannya dia juga mengukur cadangan karbon (C). Tentu saja ini menarik buat saya karena saya tau bahwa gambut menyimpan karbon dalam jumlah yang besar yang dapat menyumbang terjadinya efek Gas Rumah Kaca jika terlepas. Itu tidak akan terjadi jika tanah rawa gambut Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , | 2 Comments »

Potensi Gambut

Posted by dedenia72 on August 8, 2009

Gambut selain menyimpan potensi juga menyimpan bahaya jika dibuka dan dikelola tanpa memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan gambut. Lahan gambut sekarang banyak dibuka untuk penggunaan perkebunan kelapa sawit.

Pada dasarnya sudah ada Undang-Undang Pemanfaatan Lahan Gambut. Yaitu gambut dengan kedalaman di atas 3m atau gambut dalam tidak boleh dibuka untuk komersial. Gambut dengan kedalaman seperti ini harus dijadikan areal konservasi. Namun kebanyakan gambut di Indonesia justru adalah gambut dalam. Jadi banyak yang menyiasati kedalaman dengan membuat parit sehingga kedalaman gambut menurun jadi kurang dari 3m.

Kesalahan-kesalahan dalam pembuatan gambut biasanya disebabkan karena kurangnya pengetahuan Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , | Leave a Comment »

Indonesia’s Peat

Posted by dedenia72 on August 8, 2009

In Indonesia, accumulation of peat materials was occurred in swamp ecosystem, the formation process was taken place in concave area under influence of waterlogged. The coastal plain in Jambi is the example model in the east coast of Sumatera that is very closely related with Sunda Shelf. In this coastal area, there are three type of peat sediment.

Firstly, the peat that was deposited in concave area above old soil formation (pleitocene terrace), and developed under the influence of rain and/or fresh water from river (fresh water ecosystem). Peat that developed under this condition is commonly having a thickness more than 3.0 m. Related to agricultural usage, this peat is categorized as ombrogenous peat with the characteristics of very acidic, poor of nutrient, very low support, and easily destroyed properties.

Secondly, the peat that was deposited on depression area (on alluvial soil); this kind of peat was developed under the influence of marine (marine ecosystem).

Thirdly, the pet that has been covered the area under the influence of fresh water and marine environment (brackish ecosystem).

Peat that developed under this condition (marine ecosystem or brackish ecosystem) can be classified into topogen peat with the thickness of peat less than 3.0 m (mostly 2.0 m), relatively rich of nutrient, moderately acidic to acidic, and have a better support compared to that of ombrogenous peat.

Peat ecosystem is very unique and multifunction. Because of its unique properties, peat is exclusive habitat for the living of various flora and fauna and only specific plants and animals that is able to live well in this habitat. Another property shown by peat is the high porosity, so peat sediment will have very large ability to retain water. Hence, since peat also has irreversible drying property and low vertical conductivity, so when peat is over dried its function as hydrologic controller will be disturbed. On irreversible drying condition, peat will not be able reabsorb water.

Peat also shown high potential to stock Carbon (C ). This can be used in trade carbon that really booming for this time. However, to account how much carbon in the atmosphere that can be bind in form of biomass need particular and advance research. Basically, carbon binding process into peat sediment can be become opportunity in carbon trade.

(token from Supiandi Sabiham on Pengelolaan Lahan Gambut Indonesia Berbasis Keunikan Ekosistem , 2006)

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , | Leave a Comment »

Perkenalan Istilah Gambut (Peat)

Posted by dedenia72 on July 30, 2009

|Istilah GAMBUT digunakan untuk tanah-tanah yang sebagian besar bahan penyusunnya berupa bahan organik. Di dalam dunia ilmu pengetahuan, terutama untuk bidang ilmu tanah, gambut dikenal dengan sebutan histosols, atau yang populer dengan istilah PEAT. Nama Gambut berasal dari nama suatu kecamatan dekat kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan, Indonesia), yaitu kecamatan Gambut. Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , | Leave a Comment »