Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Archive for the ‘Soil Sciences’ Category

Jenis-Jenis Tanah Longsor

Posted by dedenia72 on October 4, 2009

Jenis-jenis Longsoran atau Luncuran (Slide):

Slump: ambruk/terperosoknya masa batuan atau regolit pada permukaan cekung. Pergerakan material tidak terlalu cepat dan jauh. Biasanya umum terjadi pada daerah dengan lapisan tebal bahan-bahan kohesif bertekstur liat

Rockslide/Landslide: longsoran masa batuan/regolit dengan gerakan tiba-tiba dan cepat. Biasa terjadi di daerah pegunungan

Debris flow atau Mudflow: merupakan aliran tanah dan regolit dengan gerakan yang relatif cepat. Terjadinya longsoran tipe ini harus melibatkan  air yang cukup banyak. Longsoran tipe ini biasanya bergerak mengikuti lembah atau sungai. Lahar juga tergolong dalam debris flow

Earthflow: sering terjadi pada saat musim hujan, material bergerak lebih lambat daripada debris flow pada lereng tidak terlalu curam. Material umumnya mengandung liat dan debu tinggi. Kejadian ini bisa terjadi berbarengan dengan slump.

Advertisements

Posted in Soil Sciences | Tagged: , , , , , , , , , , , | 75 Comments »

Kenapa Ada Tanah Longsor?

Posted by dedenia72 on October 4, 2009

Tanah longsor merupakan bencana alam yang sangat mengrikan. Namun tahukah kita bahwa tanah longsor merupakan akibat dari pergerakan tanah atau mass wasting. Mass wasting adalah pergerakan dari batuan, regolit, dan tanah menuruni lereng, baik dengan sangat cepat ataupun lambat, dibawah pengaruh langsung gravitasi

faktor-faktor pengendali dan pemicu mass wasting:

Posted in Soil Sciences | Tagged: , , , , | 16 Comments »

Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Posted by dedenia72 on September 10, 2009

waktu saya sedang jalan-jalan ke rumah kangboed saya baca postingan Gempa Yogyakarta. Salah satu komentar disitu sangat menarik bagi saya..ini isi komen dari zenteguh “wah soal gempa, ini memang risiko tanah kita yang di ring of fire kang..” Karena kebetulan saya dulu belajar juga tentang agrogeologi, proses pembentukan bumi, dan lempeng tektonik, saya ingin berbagi gambar tentang ring of fire, lempeng tektonik, dan daerah potensi gempa dan tsunami di Indonesia..

Ring of Fire

Ring of Fire

Read the rest of this entry »

Posted in Soil Sciences | Tagged: , , , , , , | 13 Comments »

Hutan Kita, Tanggung Jawab Kita!!!

Posted by dedenia72 on September 8, 2009

 

hutan gundul di kaltim

hutan gundul di kaltim

Sebagai orang Indonesia mestinya kita bangga terhadap hutan tropis kita. Luasan hutan tropis Indonesia mencapai 140,3 juta Ha (terluas ketiga di dunia) yang terdiri dari hutan lindung 30,8 juta Ha, 18,8 juta Ha cagar alam dan taman nasional, 64,3 juta Ha hutan produksi, dan 26,6 juta Ha hutan yang dialokasikan untuk dikonversi menjadi lahan pertanian, perumahan, transmigrasi, dan lain-lain.
Umumnya, orang hanya berpendapat bahwa hutan Read the rest of this entry »

Posted in Soil Sciences | Tagged: , , , , , | 3 Comments »

Soils of Java

Posted by dedenia72 on September 5, 2009

Soil of Java

Soil of Java

Not all of parts of Java are of course fertile, but compared to other areas in Indonesia, Java is extraordinary. Its fertility is mainly attributed to the presence of good parent materials from volcanic activities that had been spread over the Pleistocene period. Occasionally recent volcanic activities rejuvenate the parent material by spreading out new volcanic products in the neighboring areas. Volcanic materials are the sources of most major nutrients needed by crops. For example, Read the rest of this entry »

Posted in Soil Sciences | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Gambut

Posted by dedenia72 on September 4, 2009

Hutan rawa gambut di Kalimantan

Hutan rawa gambut di Kalimantan

Gambut (bahasa Inggris peat, Belanda veen) berasal dari tumbuhan mati sedang lapuk di lingkungan dengan penyegaran udara (aerasi) dan mineralisasi yang terhalang atau minimal. Mineralisasi mengahsilkan bahan an organic dari bahan organic. Bahan organic berupa selulosa, lignin. Lilin, protein, lemak dammar, alkaloida, pectin, dan seribu satu senyawa fotokimia, semuanya hasil fotosintesis klorofil. Fotosintesis menggunakan Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , | 3 Comments »

Gambut Tropis untuk Energi

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

Energi sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern. Lebih dari 85% kebutuhan energy kita dipenuhi dari energi yang berasal dari fosil. Energi dari fosil lainnya merupakan uratnadi seluruh kehidupan di dunia. Energi dari fosil dapat berbentuk minyak bumi, batu bara, dan gas alam adalah sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak, sekarangpun mulai memikirkan sumber energi lain yang bisa menggantikan minyak bumi, karena sumber energi yang berasal dari fosil semakin lama semakin habis tetapi kebutuhan untuk itu berkembang setiap hari. Ini juga merupakan alasan utama mengapa semua negara di dunia (terutama negara industri dan berkembang) memikirkan untuk mencari sumber yang dapat menghasilkan energi.

imagesPemanfaatan gambut sebagai mempunyai sejarah panjang. Ini sudah dimulai sejak Perang Dunia II (WEC, 2001). Gambut masih dihargai sebagai energi penting di kebanyakan negara Eropa sampai tahun 1950 an dan banyak pengembangan besar dilakukan di Irlandia, Swedia, Jerman, Denmark, Finlandia, dan negara anggota Uni Soviet. Di tahun 1960an, harga minyak dan batubara murah, kompetisi dari gambut sebagai energi dan pemakaian energi gambut mulai menurun di negara-negara ini, kecuali Irlandia dan Uni soviet. Memasuki tahun 1970an, walaupun harga minyak mulai naik, ini tidak membuat negara-negara Eropa di atas menaikkan pemanfaatan energi gambut mereka. Satu-satunya negara yang mengambil program pengembangan energi gambut adalah Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Gambut Zone Iklim Temperate

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

Di daerah iklim temperate, umumnya gambut dapat berkembang dari tumbuhan lumut-lumutan (Sphagnum moses), dan belukar (ericaceous shrubs). Type vegetasi dan penyebaran species vegetasi sangat berhubungan dengan ketersediaan unsur hara sebagai akibat dari perubahan bentuk lahan sebagai akibat dari perkembangan suksesi vegetasi. Pada lahan gambut di daerah temperate dikenal paling sedikit 4 type dari lahan gambut temperate yaitu: fens, raised bog , blanket bogs, dan marsh (Bord Na Mona, 2001).
Hubungan penyebaran species vegetasi pada berbagai type lahan gambut disajikan sebagai sebagai berikut: species tumbuhan yang lebih bervariasi seperti seperti lumut-lumutan (spaghnum spp) dan sedges (Carex spp), grasses, reeds dan trees umum dijumpai di daerah “fen”. Dimana gambut type Fen merupakan suatu lahan gambut minerothropik, dengan pemukaan air tanah berada sedikit diatas dengan permukaan gambut. Minerothropik adalah suatu istilah yang biasa dipakai untuk lingkungan lahan gambut yang sumber airnya kaya akan minerals. Oleh karena air yang relatif kaya akan unsur hara maka penyebaran species vegetasi pada gambut type fen lebih bervariasi. Sedangkan gambut Bog adalah suatu lahan gambut ombrotropik dengan muka air tanah dekat dengan permukaan gambut. Ombrotropik adalah istilah Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , | 1 Comment »

Tropical Peat for Energy

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

Energy is essential to modern society, as we know it. Over 85% of our energy demands are met by the combustion of fossil fuels. Fossil fuels are the lifeblood of all societies around the world. Fossil fuels, including liquid petroleum (oil), coal, and natural gas, are non-renewable sources of energy.

Indonesia as one of the oil exporting countries, at the present time has to find other energy sources to substitute for petroleum oil, because the fossil fuel reserve in Indonesia is becoming less and less but the demand about it is growing daily. This is also an important reasons why countries all over the world (especially industrical and developed countries) are concerned to find other sources which could producing energy.

imagesThe use of peat for energy sources had long history. It have been starting since World War II (WEC, 2001). Peat was still regarded as an important fuel in many European countries until the 1950s and many large development programs were undertaken in Ireland, Sweden, Germany, Denmark, Finland and member states of the former Soviet Union. In the 1960s, owing to the availability of cheap oil and coal, the competitiveness of peat as a fuel and the role of energy peat began to decrease in these countries, except for Ireland and the Soviet Union.  Entering the 1970s, although fuel prices had started to increase this did not turn back the above European countries to increase their energy peat utilization. The only European country to adopt a national energy peat development program thereafter was Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Origin and Nature of Tropical Peat

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

imagesPeat in wet tropical regions (including Indonesia) formed from the woods of tropical rain forest trees. The peat, therefore, is not composed of only fine organic debris but also contains a significantly large amount of coarse woody material from roots, branches and trunks of trees, which have decayed by different degrees. Tropical peat does not form a continuous and compact mass but consists of different sizes of organic material with different sizes of voids or holes.

BD (Bulk Density) values at tropical peat (especially in Indonesia) are about 0.1 to 0.02 g/cc. This values got from new methods of BD measurement for tropical peat. This methods using larger ring sampler than ring sampler which used to for mineral soils. For result, the values from new methods is smaller than values from usual ring sampler. In addition, BD of tropical peat cannot be considered homogeneous throughout the depth; therefore it would be very difficult to get a single representing value, especially for thick peat of, for example thicker than 5 m, that is common for tropical peat. An additional measurement of BD, by calculating auger column volume and weight of the samples of depthwise boring, could contribute data of deeper layers that are too difficult to be taken by box sampler.

Apart from the characteristics of the peat material itself, Read the rest of this entry »

Posted in Gambut or Peat | Tagged: , , , , | Leave a Comment »