Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Archive for the ‘Horticulture’ Category

Varietas Kacang Kedelai (Soybean) part 2

Posted by dedenia72 on September 2, 2009

Varietas LOMPOBATANG

Nomer Induk              :B-33549317-004-4A5AE8CB

Asal                                :persilangan Si Nyonya/no.1682

Hasil rata-rata            :1,6t/ha

Warna hipokotil         :ungu

Warna batang             :hijau

Warna daun                 :hijau

Warna bulu                  :putih/abu-abu

Warna bunga               :ungu

Warna  polong tua    :coklat

Warna kulit biji          :kuning, kuning kehijauan

Warna hilum               :coklat

Tipe tumbuh               :semi determinit, bentuk daun lebar dengan ujung runcing

Umur berbunga         :37 hari

Umur matang             :85-87 hari

Tinggi tanama           :60-75 cm

Berat 100 biji             :10,gram

Kadar protein             :38,0%

Kadar lemak                :18,0%

Sifat-sifat lain             :-tahan rebah

-cukup tahan terhadap karat

-dapat tumbuh baik pada tanah salinitas

Dilepas tahun              :1989

Diseleksi oleh              :Balittan Bogor

Varietas TOMBORA

Read the rest of this entry »

Posted in Horticulture | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 7 Comments »

Varietas Kedelai (Soybean) part 1

Posted by dedenia72 on September 2, 2009

Varietas ORBA9317-004-4A5AE8CB
Nomer Induk :1343
Asal :hasil seleksi pedigree dari persilangan Davros/Shakti
Hasil rata-rata :1,5t/ha
Warna hipokotil :ungu
Warna batang :hijau
Warna daun :hijau tua
Warna bulu :coklat
Warna bunga :ungu
Warna polong tua :coklat muda
Warna kulit biji :kuning
Warna hilum :coklat
Tipe tumbuh :semi determinit
Umur berbunga :35 hari
Umur matang :85-90 hari
Tinggi tanaman :50-60 cm
Berat 100 biji :12-14 gram
Kadar protein :38,5%
Kadar lemak :18,6%
Sifat-sifat lain :-polong tidak mudah pecah
-toleran terhadap penyakit karat
Dilepas tahun :1974
Diseleksi oleh :Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Bogor

Varietas GALUNGGUNG Read the rest of this entry »

Posted in Horticulture | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

TERUBUK (Saccharum edule Hasskarl)

Posted by dedenia72 on August 3, 2009

bunga terubukTerubuk (Saccharum edule Hasskarl) termasuk ke dalam famili Graminae. Bentuk tanaman ini sama dengan tanaman tebu yaitu memiliki batang yang beruas-ruas dan berwarna hijau kemerahanDi daerah Jawa Barat, tanaman ini dikenal dengan nama tiwu endog atau terubus, sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan nama tebu endog atau tebu terubuk. Sebutan endog atau telur pada nama tanaman ini dikarenakan tekstur bagian yang dikonsumsi menyerupai telur ikan.

Terubuk tumbuh optimal pada temperatur 20o-30oC. Daerah pertumbuhan tanaman terubuk berkisar antara 1-2000 m di atas permukaan laut (dpl). Tanaman ini tumbuh subur pada kondisi tanah dengan pH sekitar 5-6 . Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara menanam potongan batang (stek) karena tanaman ini tidak memproduksi benih. Stek batang akan berakar dan membentuk suatu rumpun tanaman. Bunga tebu terubuk terbentuk di dalam batang (malai muda) dan terbungkus pelepah daun/kelobot.

Walaupun termasuk kedalam sayuran “kampung” terubuk kaya akan nutrisi dan zat-zat yang baik bagi tubuh. Terubuk banyak mengandung mineral terutama kalsium dan fosfor, disamping vitamin C. Dalam 100g bunga terubuk segar mengandung air 89 g, protein 3.8-4.1 g, karbohidrat 6.9-7.6 g, serat 0.7 g, Ca 10 mg, Fe 0.4-2 mg, fosfor 80 mg, vitamin C 21 mg dengan total energi sebesar 143-160 kJ/100 g.

Terubuk mulai dapat dipanen pada umur lima bulan setelah penanaman. Bagian yang dipanen dari tanaman ini adalah bagian malai yang masih muda, sedangkan yang dikonsumsi adalah bagian bunga yang terbungkus pelepah daun/kelobot. Bunga tanaman ini biasa dimakan dalam bentuk mentah (lalab), dikukus atau ditumis. Sayur yang dikenal dengan bahan dasar bunga terubuk antara lain sayur lodeh, tumis, kare dan sayur asem. Di Eropa terubuk sering digunakan sebagai bahan pengganti cauliflower.

(Digoreng dengan campuran tepung pun enak loh apalagi dibuat perkedel……mmmmmmhhhh yuammmy BGT…bikin pengen makan lagi…lagi dan lagi…^_^..

Posted in Horticulture | Tagged: , , | Leave a Comment »

BUDIDAYA TANAMAN NILAM

Posted by dedenia72 on May 20, 2009

Pembudidayaan nilam tergolong tidak sulit, namun tetap membutuhkan ketelatenan. Tahapan pembudidayaan yang perlu diperhatikan meliputi pembibitan, penanaman, perawatan, pemanenan, dan penyulingan minyak nilam. Pohon Nilam (Pogostemon cablin Benth) dapat tumbuh di mana saja, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (0 – 1.200 m dpi). Nilam akan tumbuh baik pada ketinggian 10m- 400 m dpi. Nilam tidak memerlukan banyak air, tapi juga tidak tahan kering. Menghendaki suhu 24 – 28°C, tapi lembab (lebih dari 75%), curah hujan merata sepanjang tahun (2.000 – 3.500 mm per tahun), dan tanah yang mengandung banyak humus.

PEMBIBITAN

Nilam diperbanyak dengan stek yang diambi! dari batang atau cabang yang sudah cukup tua, berdiameter 0,8 -1 cm. Panjang stek 15 – 23 cm, setidaknya berisi 3 – 5 mata tunas atau tiga helai daun. Stek bisa langsung ditanam di kebun. tapi lebih baik ditanam dulu di bedeng persemaian selama 3-4 minggu, sampai muncul akar dan tunas baru. Pembibitan sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak layu. Pembibitan bisa juga dilakukan di dalam kantong plastik (polibag) ukuran diameter 15 -20 cm. Polibag tersebut harus diberi lubang agar mendapat sirkulasi udara dan air tidak menggenang. Campuran tanah (boleh juga gabah padi) dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 diisikan ke dalam polibag sampai % dari volume polibag. Polibag-polibag tersebut diletakkan pada tempat aman dan diberi naungan. Stek-stek bibit ditanam dengan posisi miring 45° dan sebanyak 2 buku harus tertanam ke dalam tanah dalam polibag. Dalam satu polibag dapat ditanam sekitar 10-15 stek bibit. Perawatan dilakukan dengan menyiram dan menyiangi rumput yang ada. Setelah akar tumbuh kuat,tanaman dipindahkan ke lahan kebun yang telah dipersiapkan dan diberi pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah terurai (hancur).
PENANAMAN
Read the rest of this entry »

Posted in Horticulture | Tagged: , | 27 Comments »