Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Romantisme Hujan

Posted by dedenia72 on December 8, 2009

Hujan. Memang sekarang sedang musim hujan. Hujan memang tak selalu menguntungkan. Kalau terus-terusan hujan tentu saja akan terjadi banjir yang menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.
Tapi bukan itu yang ingin kami ceritakan disini. Saat ini penulis hanya ingin menceritakan tentang romantisme hujan. Hujan yang terkadang sangat dibenci kedatangan nya pun dapat memberi sedikit cerita romantisme.
Sore kemarin, penulis sedang dalam perjalanan pulang dan kondisi kota sedang hujan. Maklumlah, jika kita tinggal di kota Bogor, maka setiap sore kita akan disuguhi oleh hujan. Saat itu memang belum begitu deras. Penulis bertemu dengan 2 pasangan yang masih pelajar SMP (terlihat dari seragamnya) yang sedang berjalan kaki. Karena kondisi kota saat itu sedang rintik-rintik, dengan sangat romantis remaja pria melepas jaket nya dan memakaikannya kepada pasangannya. Memang terlalu dini bagi mereka untuk pacaran (faktor usia), tapi nilai romantismenya sangat terlihat nyata. Tak hanya itu saja, sesampainya di rumah, hujan sudah sangat deras. Romantisme lain pun terlihat. Anak-anak kecil bermain hujan-hujanan. Saling berkejaran, sebur-semburan air, bercengkerama, dan bercanda penuh tawa. Mungkin keadaan ini tak akan terjadi jika hujan tidak turun. Penulis pun sampai di rumah. Ganti baju dan meyeduh kopi. Duduk di teras kos-kosan bersama teman-teman dengan ditemani kopi dan gorengan. Bercengkrama dan dan bercerita-cerita ringan penuh canda. Ini juga penulis anggap adalah anugerah dan suatu bentuk romantisme hujan. Sangat langka untuk menemukan situasi yang “enak” seperti ini sebelum hujan turun.
Penulis sendiri sangat suka hujan. Hujan membawa kedamaian. Bunyi air menimpa genting rumah, bau tanah terkena air, dan juga titik-titik hujan yang entah dijia dihitung ada berapa. Penulis sangat suka dengan quote tentang hujan yang berbunyi “i like walking in the rain, because nobody can see that i’m crying”.

9 Responses to “Romantisme Hujan”

  1. alamendah said

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Di tempat saya hujan sangat dinantikan. Maklum sawah para petani di sini tadah hujan semua.

  2. Mawi Wijna said

    romantisme lain di musim hujan yang setiap orang selalu mengidentikkannya dengan serba tergesa-gesa; maklum mau hujan, takut basah :p

  3. perigitua said

    hadiirrr lageee…

    hhmmm… romantisme hujan mmg ga ada matinya…sll ada n ada.. soale dulu dpt mantan pacar di bogor dulu gara2 terlalu sering numpang payungnya dia, hehehehe..
    btw, pict nya manteppp.. apalagi warna merahnya.. wkwkwkw…

    cu…

  4. barajakom said

    dibawah rintik hujan…

  5. At times rain is useful to mask emotions that you were having..
    Rain and being romantic often complement each other..

    Hope things with you would not always need rain to express your emotions.. hang in there as the rain stops – sunny bright and happy days awaits.
    Kind regards from West Africa and it is nice to stop by at your blog..

  6. Visit me said

    Wah..kalo kami blm pernah romantisan sambil mandi hujan bgitu sob, gak kedinginan tuh !

  7. thepenks said

    jadi inget film spider man yang pertama… pada waktu ciuman dengan MJ… dan scene tersebut menjadi best kiss di mtv movie award tahun yang sama..

  8. Saung Web said

    Haduhh ini sih mengingatkan masa luku hehe.. met berpuasa aja deh sob.. n jangan hujan2an ntar sakit

  9. enak lagi pas hujan dengerin lagunya endless rain (X-Japan)
    I’am walking in the rain yuku ate mo naku….

    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: