Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Is Reality Truely Real?

Posted by dedenia72 on September 15, 2009

imagesMaraknya reality shows di televisi membuat saya menjadi bertanya-tanya penuh keheranan, benarkah semua itu kenyataan? Apakah tidak terlalu banyak kebetulan yang ada dalam reality shows tersebut untuk dapat disebut sebagai real reality show?

Tipikal khas alur cerita dari reality shows Indonesia (termehek-mehek, mata-mata, orang ketiga, dll) adalah pencarian orang yang berhubungan, petunjuk demi petunjuk, mentok dan pengen nyerah, tiba-tiba datang orang yang membantu atau berhubungan dengan orang yang dicari, petunjuk baru, ketemu target, dan tamat.

Rasa penasaran saya membuat saya menanyakan perihal reality shows ini kepada seorang yang mengetahui teknik pengambilan gambar dan hasil editing. Beliau ini bekerja di bawah naungan sebuah PH di tanah air. Menurut beliau, memang kebanyakan reality shows di Indonesia ini telah di skenario sebelumnya. Ini terlihat dari hasil pengambilan gambar yang terlihat di TV. Normalnya, masih menurut beliau, suatu reality shows hanya menggunakan 1 kamera yang terlihat (selalu mengikuti subyek) dan beberapa kamera tersembunyi yang letaknya berjauhan dari objek atau target. Tapi, dalam kebanyakan reality shows di Indonesia, dengan hasil gambar yang ditunjukkan, menunjukkan ada beberapa kamera dekat dengan objek bahkan yang telah berada di dalam rumah objek yang ditetapkan sebelumnya sebagai pemberi petunjuk atau bahkan target. Ini tidak mungkin terjadi jika sebelumnya tidak ada skenario. Adanya skenario, jika kita mengabaikan hasil gambar, lanjut beliau, bisa dilihat dari banyaknya kebetulan-kebetulan yang membantu dalam pencarian target seolah-olah memang dalam reality shows tersebut dituntut untuk harus menemukan target. Kemudian adanya perkelahian atau adu mulut yang bertujuan untuk menghalang-halangi pencarian selalu terjadi hampir dalam setiap reality shows di Indonesia. Terakhir beliau berkata, “sangat sulit untuk mempercayai bahwa reality show di Indonesia ini adalah benar-benar reality kehidupan kita. Yang justrubenar-benar reality itu acara seperti spontan, jail, ups, salah, john pantau, tolooong, pokoknya semua yang tidak berbau drama.”

Yah, itulah ilmu yang saya dapatkan dari rasa penasaran saya. Tidak ada maksud sekalipun untuk menjelekkan atau menyudutkan acara reality shows yang ada di Indonesia. Untuk jawaban Is reality truely real?, hanya pemirsa sendiri yang dapat menilainya.

15 Responses to “Is Reality Truely Real?”

  1. zipoer7 said

    Salam Takzim
    Ada bentuk reality show yang tidak direkayasa, yaitu Upacara peringatan detik-detik proklamasi, terus Musabaqoh Tilawatil Qur’an dan Tabligh Akbar2
    Salam Takzim Batavusqu

  2. yoan said

    hihi… saya ga doyan nonton reality show. lha wong realitas yang terpampang langsung di depan mata jauh lebih seru kok…😆

  3. mawi wijna said

    Jarang saya nonton tivi, apalagi Reality Show dan Infotainment yang ndak mendidik ituh.

  4. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  5. Babesajabu said

    REALITY SHOW…???

    • Babesajabu said

      Acara Reality Show yang ada di televisi saat ini adalah suatu pembohongan publik.

      Hal ini sudah lama saya ketahui dari beberapa teman bahwa itu semua sudah melalui skenario dan proses editing.

      Selain contoh bukti yang udah disebutkan pada postingan ini, masih ada bukti lain yang menguatkan bahwa itu adalah bohong, yaitu dari hasil SUARA yang sangat jelas dan bersih. Ini pertanda bahwa pada setiap pemeran sudah di pasang microphone mini. Kalau itu benar2 REAL, suaranya tidak akan sebersih itu.

  6. Setuju bgt neh, dari awal2 sy udah melihat banyak sekali kejanggalannya. Mulai dari kejadian yg serba kebetulan, bahkan ada pemeran di dalamnya yg sering tampil juga di acara lain di tv tersebut… Penonton skrg sebenarnya udah sangat kritis untuk dibodohi dgn hal2 seperti itu…

  7. yosbeda said

    sekarang kan tajuk “reality show”nya dah diilangin, contohnya orang ketiga aj dah ditmbahin jd “orang ketiga the series” buat nunjukin bahwa itu cuma drama..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: