Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Gambut

Posted by dedenia72 on September 4, 2009

Hutan rawa gambut di Kalimantan

Hutan rawa gambut di Kalimantan

Gambut (bahasa Inggris peat, Belanda veen) berasal dari tumbuhan mati sedang lapuk di lingkungan dengan penyegaran udara (aerasi) dan mineralisasi yang terhalang atau minimal. Mineralisasi mengahsilkan bahan an organic dari bahan organic. Bahan organic berupa selulosa, lignin. Lilin, protein, lemak dammar, alkaloida, pectin, dan seribu satu senyawa fotokimia, semuanya hasil fotosintesis klorofil. Fotosintesis menggunakan energi surya dalam pembaangunan senyawa glukosa dari air dan karbondioksida. Mineralisasi zat organic menjadi atau menghasilkan karbondioksida. Terdapat penimbunan zat organic, sekaligus pengurangan karbondioksida udara bebas dan pemanasan atmosfer, dari hutan gambut yang tumbuh di lingkungan miskin zat hara.

Mineralisasi menjadi sangat lambat di lingkungan jenuh air dan miskin oksigen, diseut keadaan anaerob. Tercipta lingkungan yang kaya zat racun bagi semua jasad perombak bahan organic. Kendala mineralisasi diperhebat dengan suhu rendah di iklim sedang dan dingin. Zat beracun menjadi pembunuh bagi zat renik , yang giat memineralisasi zat organic. Salah satu toksikan adalah polifenol, hasil perombakan lignin, zat kayu dari pohon mati. Fenol menjadi penyusun dari polifenol. Fenol adalah suatu desinfektans kedokteran.

Gambut di Kalimantan Tengah tergolong gambut ombrogen (asal dari banyak hujan), miskin zat hara, dan masam. Hutan yang menghasilkan gambut ombrogen tumbuh di daerah beriklim tropika basah. Hutan ini suatu vegetasi klimaks, yaitu suatu hasil akhir dari iklim dimana sepanjang tahun evapotranspirasi lebih rendah daripada curah hujan. Belum ada suatu tanaman pertanian atau budidaya hutan yang dapat mengungguli vegetasi klimaks hutan gambut pada pengikatan karbon pada setiap satuan luas dan waktu. Hutan gambut memperlambat pemiskinan lingkungan dengan perkayaan zat organik dan zat hara dalam biomassa, serta mengurangi pencucian melalaui evapotranspirasi. Pemiskinan dipercepat dengan musnahnya hutan gambut. Daya tangkal pemanasan bumi berupa pengikatan karbondioksida menurun drastis dengan meningkatnya pembabatan hutan.

Mineralisasi selain menghasilkan air dan karbondioksida, juga kation (K,Na,Mg,Ca,Fe,Mn, dan lain-lain) dan anion nitrat, sulfat, fosfat, khlorida, yang semuanya akhirnya tercuci oleh air hujan dan terbawa ke laut. Laut menjadi penampung akhir bahan kimia ini. Inilah sebab utama air laut menjadi asin. Go Ban Hong memperkiran bahwa usia laut seharusnya dapat diukur berdasarkan selisih kadar garam rata-rata sistem sungai permukaan bumi, curah hujan, dan evapotranspirasi, dengan kadar garam air laut.

Penelitian gambut di Belanda menunjukkan bahwa gambut miskin zat hara (ombrogen) di daerah tropika, berada di atas gambut eutrop (kaya zat hara). Gambut eutrop terdiri dari Cyperaceae, kaya sellulosa, miskin lignin, dan kaya zat hara. Gambut eutrop di Indonesia terdapat di Rawa Lakbok dan rawa Pening. Biasanya diperkaya dengan abu volkan. Endapan zat organik makin tebal, hingga berada di atas permukaan air banjir tertinggi. Mulai terbentuk gambut yang makin miskin hara, karena menderita pencucian air hujan. Berangsur-angsur vegetasi beralih ke kayu-kayuan, dimana kadar zat kayu makin naik. Gambut yang terbentuk tergolong oligotrop; oligo berarti sedikit zat hara. Terdapat peralihan antara eutrop ke oligotrop mealaui mesotrop.

Dataran yang membentang di selatan kalimantan dan utara pulau Jawa dan Madura merupakan suatu pinggiran geosinklinal laut Jawa. Suatu geosinklinal cenderung menurun dan diisi endapan anorganik dan organik. Di iklim basah berupa endapan sungai dan laut (karbonat), atau bahan organik (gambut, gas alam). Geosinklinal laut Jawa menunjukkan alur purba dari sungai-sungai yang berasal dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatera,yang dapat dipelajari di buku-buku geologi, geologi berstruktur, dan geomorfologi.

Hutan gambut tumbuh di atas permukaan yang cembung berbentuk kubah raksasa, setinggi lebih dari 10 m dari permukaan air sungai yang banjir maksimal. Kuabah ini suatu akifer, penampung air hujan, dan pelepas berangsur-angsur saat musim kemarau singkat atu panjang. Sungai rungan yang bermuara di Sungai Kahayan sekitar Pahandut, Palangkaraya, adalah salah satu sungai hutan gambut, berair hitam bila dalam, dan berwarna seperti teh bila dangkal. Dengan musnahnya fungsi penampung air hujan berlebihan di musim hujan, bilamana kubah telah terpotong saluran primer pemasukan, maka peluang terjadi banjir bandang berhari-hari menjadi momok penduduk Palangkaraya yang berada di daratan rawa gambut sejauh 90 km dari tepi laut.

Demonstrasi keberhasilan pertanian di lahan bekas hutan gambut terbatas pada pinggiran sungai, lajur seluas satu kilometer dari tepi air banjir tertinggi, dan dipengaruhi pasang surut. Pasang dan banjir menjadi faktor utama penyegaran lingkungan, yang memungkinkan keberhasilan usaha tani dan perkebunan

3 Responses to “Gambut”

  1. Batavusqu said

    Salam Takjim
    Bicara gambut sepenggal terbersit didalamnya ada sebuah kata yang khas terdengar yakni kalimantan, apakah kebenarannya dijamin kalau pulau yang satu ini menjadi penjaga bumi kala metamorphosis hutan sebelum diexploritasi oleh pengusa negeri yang menurut saya kurang bersahabat dengan alam, dan hanya mencari keuntungan sepihak. Mari kaji kembali penanaman akar gambut disepanjang pulau borneo
    Salam Takjim Batavusqu

  2. fendi said

    Salam,

    Terima kasih untuk informasinya mengenai gambut. Belum banyak yang saya tau tentang hal positif tentang gambut. Saya dari Kalbar, dan profesi saya arsitek dan sipil. Belakangan ini lagi hobi Kopi. dari tananman dan proses pengolahan.
    Apa anda tau kalo lahan gambut itu ideal buat ditanami kopi?

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: