Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Perempuan Objek KDRT??

Posted by dedenia72 on August 25, 2009

KDRT“Sekitar 24 juta perempuan atau 11,4% dari jumlah total penduduk Indonesia pernah mengalami tindakan kekerasan. Tindak kekerasan dominan yang dialami oleh perempuan Indonesia adalah kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumah tangga misalnya penganiayaan, perkosaan, pelecehan, atau suami berselingkuh. (Juliani Wahjana, UNDP 22 Desember 2000)”

Begitu sering kita mendengar istilah Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau yang biasa disebut dengan KDRT dalam keseharian kita. Yang paling sering terdengar adalah KDRT yang dilakukan oleh pasangan artis.

Tapi apa sih definisi dari KDRT itu sendiri menurut sosiologi?.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah kekerasan yang terjadi dalam lingkungan rumah tangga. Pada umumnya, pelaku kekerasan dalam rumah tangga adalah suami., dan korbannya adalah istri dan/atau anak-anaknya.

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apa yang menyebabkan terjadinya KDRT?

Menurut riset, yang paling dominan menyebabkan terjadinya KDRT adalah faktor sosial dan budaya. Pertama, budaya patriarkhi yang mendudukkan laki-laki sebagai makhluk superiordan perempuan sebagai makhluk inferior. Kedua, pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama sehingga menganggap bahwa laki-laki boleh menguasai perempuan. Ketiga, peniruan anak laki-laki yang hidup bersama ayah yang suka memukul , biasanya akan meniru perilaku ayahnya.

Lalu kenapa obyeknya sebagian besar adalah perempuan?

Perempuan lebih banyak menjadi objek kekerasan menurut data yangtelah dikumpulkan. Jawaba untuk pertanyaan ini dilakukan dengan pendekatan ilmiah bukan survey langsung. Laki-laki secara fisik lebih kuat, karena itu tingkat agresifitasnya lebih tinggi. Dalam masyarakat juga , laki-laki sejak kecil sudah disosialisasikan untuk menggunakan kekuatan fisik. Alasan lain yang didapat adalah budaya yang ada dalam masyarakat selama ini menempatkan dominasi laki-laki terhadap perempuan. Sedangkan perempuan dibesarkan dan disosialisakan dan dibesarkan untuk bersikap lemah lembut dan banyak mengalah. Selain itu ketergantungan ekonomi memaksa perempuan untuk menerima penganiayaan dari orang pada siapa dia bergantung (wanita yang tidak bekerja).

Apa saja bentuk KDRT?

KDRT dapat dijumpai dalam berbagai tindakan. Antara lain:

Secara fisik, ini lebih mengarah ke kekerasan fisik yang bertujuan melukai, menyiksa, atau menganiaya.

Secara Psikologis, tindakan kekerasan ini biasanya dilakukan dengan cara menekan emosi korban. Memberi ancaman dan ketakutan terhadap korban.

Secara seksual, biasanya terjadi pada orang berperilaku seks menyimpang. Tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang berperilaku seks normal. Misalnya memaksa melakukan hubungan seks saat istri sedang haid dan lain-lain.

Secara ekonomi, kekerasan ini berupa tidak memberikan nafkah ekonomi kepada istri dengan berbagai alasan.

Mengapa dari sekian juta orang yang mengalami KDRT hanya sedikit yang melapor?

Hal ini dapat disebabkan karena alasan berikut :

  • Takut jiwanya terancam
  • Takut kehilangan nafka dari suami
  • Takut mencemarkan nama baik dan memalukan keluarga
  • Lugu dan pasrah
  • Ragu-ragu
  • Tidak tahu haknya, yang merupakan bagian dari HAM
  • urangnya perlindungan hukum dan kurang tanggapnya aparat hukum terhadap korban KDRT
  • Korban merasa malu atau tertekan jika kasusnya diketahui oleh umum.

(sumber: Jurnal Sosiologi Indonesia No. 08/2006, Perspektif Sosiologis Tentang Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan, Dr. Ieke Sartika Iriany, MS, 2006)

4 Responses to “Perempuan Objek KDRT??”

  1. Hhmm….kenapa data yang diungkap adalah tahun 2000 sich, itu kan sudah Ezpired banget, bagaimana dengan sekarang,….ada peningkatan or malah sudah membaik…

    Namun memang sich, kebanyakan korban Fisik KDRT adalah perempuan, namun anak adalah korban kedua yang paling sering sebagai pelampiasan dan tidak jarang pula laki2 menjadi korban KDRT🙂

    (saya pernah mendapatkan tugas membuat makalah mengenai KDRT)

    Salam semangat Bocahbancar

  2. Yep said

    Memang sangat memprihatinkan ya ?
    Perempuan lebih banyak yang menjadi objek KDRT karena lebih lemah tentunya🙂
    Bagiku siapapun objeknya….KDRT ini tidaklah perlu terjadi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: