Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Gambut Tropis untuk Energi

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

Energi sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern. Lebih dari 85% kebutuhan energy kita dipenuhi dari energi yang berasal dari fosil. Energi dari fosil lainnya merupakan uratnadi seluruh kehidupan di dunia. Energi dari fosil dapat berbentuk minyak bumi, batu bara, dan gas alam adalah sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak, sekarangpun mulai memikirkan sumber energi lain yang bisa menggantikan minyak bumi, karena sumber energi yang berasal dari fosil semakin lama semakin habis tetapi kebutuhan untuk itu berkembang setiap hari. Ini juga merupakan alasan utama mengapa semua negara di dunia (terutama negara industri dan berkembang) memikirkan untuk mencari sumber yang dapat menghasilkan energi.

imagesPemanfaatan gambut sebagai mempunyai sejarah panjang. Ini sudah dimulai sejak Perang Dunia II (WEC, 2001). Gambut masih dihargai sebagai energi penting di kebanyakan negara Eropa sampai tahun 1950 an dan banyak pengembangan besar dilakukan di Irlandia, Swedia, Jerman, Denmark, Finlandia, dan negara anggota Uni Soviet. Di tahun 1960an, harga minyak dan batubara murah, kompetisi dari gambut sebagai energi dan pemakaian energi gambut mulai menurun di negara-negara ini, kecuali Irlandia dan Uni soviet. Memasuki tahun 1970an, walaupun harga minyak mulai naik, ini tidak membuat negara-negara Eropa di atas menaikkan pemanfaatan energi gambut mereka. Satu-satunya negara yang mengambil program pengembangan energi gambut adalah Finlandia pada yahun 1971. Beberapa studi di Kanada dan USA di tahun 1970 dan 1980an melihat bahwa ketersediaan minyak murah, gas alam, dan batu bara, gambut tidak kompetitif sebagai sumber energi.

Mempertimbangkan kesuksesan pemanfaatan gambut sebagai sumber energi yang telah dikembangkan berbagai negara sebelumnya, dan didukung dengan fakta bahwa Indonesia mempunyai jumlah deposit gambut yang besar (di atas 27 juta hectare) tersedia, Indonesia mempunyai perhatian kuat untuk mendapatkan energi dari gambut. Tetapi, karakteristik asli dari gambut tropis cukup berbeda dari gambut di zona iklim temperate. Ini menjadi alasan penting untuk mempertimbangkan sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Berdasarkan alasan di  atas, perhatian Indonesia untuk memanfaatkan gambut sebagai sumber energi terlihat menjadi salah langkah dengan melihat ke khasan dari deposit gambut di negara ini. Sebagai tambahan, ada ketidaksetujuan yang kuat pada ide menggunakan gambut Indonesia untuk energi. Dari poin lingkungan, hal ini harus dijadikan pertimbangan, bahwa kecerobohan program reklamasi dari lahan gambut di Indonesia telah menyebabkan masalah lingkungan yang mengerikan (parah). Sebagai contoh, pengalaman di Indonesia menunjukkan bahwa penggangguan atau perubahan terhadap tanah gambut dapat menyebabkan pengasaman lingkungan (tanah Sulfat Masam), kekeringan, kebakaran, dan lain-lain.

Dari segi teknis, fakta bahwa kesuksesan penambangan gambut sebagai sumber energi di negara Eropa tidak serta merta memberikan garansi kesuksesan yang sama untuk Indonesia. Diantara alasan adalah karakteristik dan kekhasan asli dari kedua jenis gambut (tropical dan temperate) cukup berbeda. Oleh karena itu sangat penting untuk mempertimbangkan dengan seksama fakta ini dalam hubungannya dengan kemungkinan dampak negatif yang mungkin terjadi sebagai akibat dari penambangan gambut tropis.

untuk artikel dengan judul yang sama dalam bahasa inggri silahkan klik disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: