Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Berhenti Merokok di Public Area

Posted by dedenia72 on August 13, 2009

no smoking in public areaMerokok memang budaya yang buruk. Walaupun saya perokok juga, tapi saya tidak akan menyangkal jika ada yang memprotes atau tiba-tiba berkoar-koar bahwa budaya merokok anda sangat merugikan dan mengganggu saya. Sayangnya, karena merokok sudah menjadi budaya, seolah-olah menjadi sah buat merokok dimana saja termasuk di public area. Untuk yang satu ini saya tidak setuju.
Mungkinkah budaya merokok di public area dapat dihilangkan?

Memang merokok menyebabkan menjadi kecanduan nikotin yang membuat para perokok menjadi gelisah atau tidak lengkap kalau tidak melakukannya. Tapi jika perokok merokok di ruang tunggu, dalam kereta, angkutan umum, mall, halte atau restoran (bukan di smoking area yang sudah disediakan) ini tentu saja merupakan gangguan bagi orang lain disekitarnya yang tidak merokok. Hal ini jugalah yang membuat PEMDA Jakarta menerbitkan undang-undang larangan merokok di tempat-tempat yang telah ditentukan.

imagesWalaupun saya adalah perokok, tapi saya selalu merasa kesal jika saya dalam angkot dan ada penumpang angkot lain yang merokok (kecuali perokok yang duduk di bangku depan). Menurut saya itu adalah gangguan, bahkan buat saya yang sudah terbiasa mencium asap images3rokok. Tadi siang, Nia menceritakan pengalamannya. Waktu sedang naik angkot ada bapak-bapak yang menyalakan rokok di dan duduk di bangku paling pojok sementara angkot dalam keadaan penuh. Sindiran halus berupa deheman dan kibasan tangan menghalau asap rokok tidak membuat bapak itu mematikan rokoknya. Kemudian Nia menegurnya secara langsung. Apa yang terjadi? Bapak itu seolah tidak mendengar teguran itu. Dan teguran dari penumpang yang lain akhirnya membuat bapak itu membuang puntung rokoknya.
Sebenarnya saya sudah berkali-kali menemukan perokok yang berkelakuan sama seperti itu. Kebanyakan di kereta ekonomi jarak jauh (Jakarta-Surabaya). Saat kereta berhenti karena akan didahului atau berpapasan dengan kereta lain, para penumpang mulai merokok satu persatu. Alasannya karena bosan menunggu. Padahal di dalam kereta itu ada ibu-ibu, anak-anak yang pastinya terganggu oleh asap rokok mereka. Belum lagi abu rokok dan puntung rokok menjadi hiasan yang tidak enak buat dipandang mata.
Budaya ini bukan tidak mungkin untuk dihilangkan. Perokok dengan tingkat kesadaran tinggi dapat melihat situasi dan kondisi. Ambil contoh teman-teman saya. Dalam angkot akan memilih duduk dibangku depan. Dalam kereta mereka hanya merokok saat kereta sedang berjalan dan memilih merokok di dekat pintu. Jika di publik area, mereka menanyakan terlebih dahulu ke orang di dekatnya apakah berkenan jika mereka merokok setelah memang dirasa tidak tersedia smoking area di tempat itu. Mari kita hilangkan budaya merokok dimana saja jika kita memang belum bisa menghilangkan budaya merokok. Merokoklah hanya di smoking area. Maka budaya merokok di public area yang telah mengakar urat dapat dikurangi bahkan syukur-syukur dapat dihilangkan. Amin

One Response to “Berhenti Merokok di Public Area”

  1. nothing impossible itu terlaksana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: