Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Nyamuk, Fisiologi dan Bahayanya!

Posted by dedenia72 on August 11, 2009

Malam ini aku tidak bisa tidur gara-gara nyamuk. Jadi inget lagu ‘banyak nyamuk dirumahku’. Hehehe.

Kita mungkin hanya mengenal nyamuk sebagai hewan penghisap darah, vektor virus demam berdarah dan malaria, dan penggangu tidur saja. Tapi apakah semua sudah tau tentang nyamuk dalam sains?

Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera;  genera termasuk AnophelesCulexPsorophora,OchlerotatusAedesSabethesWyeomyiaCuliseta,dan Haemagoggus  untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm. Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai “Mosquito”, berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata Mosquito bermula sejak tahun1583. Di Britania Raya nyamuk dikenal sebagai gnats.

Asal diketahui, bahwa tidak semua nyamuk menghisap darah. Yang menghisap darah hanya nyamuk betina. Sebenarnya nyamuk jantan maupun betina hidup dari nektar bunga. Nyamuk betina menghisap darah hanya untuk memenuhi kebutuhan proteinnya dan membantu dalam berkembang biak. Jadi karena nyamuk jantan tidak bertelur dan merawat anak anaknya, maka dia tidak menghisap darah.

Proses perkembangan nyamuk melewati 4 tahap siklus hidup yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Nyamuk betina bertelur di atas daun lembab atau di kolam air. Sebelumnya, si induk memeriksa permukaan tanah secara menyeluruh dengan reseptor halus di bawah perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, ia mulai bertelur. Jumlah telur nyamuk ini bisa mencapai 300 butir. Telur nyamuk ini berkembang dengan cara diberi makan darah.

Telur-telur ini segera menjadi gelap warnanya, lalu menghitam
dalam beberapa jam. Warna hitam ini memberikan perlindungan bagi larva, agar tak terlihat oleh burung atau serangga lain. Selain telur, warna kulit sebagian larva juga berubah sesuai dengan lingkungan, sehingga mereka lebih terlindungi

Larva nyamuk dikenal sebagai jentik dan didapati di sembarang bekas berisi air. Jentik bernafas melalui saluran udara yang terdapat pada ujung ekor. Kemudian tahapan siklus berikut nya adalah pupa. Pupa biasanya seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis yang terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik memakan mikroorganisme, tetapi beberapa jentik adalah pemangsa bagi jentik spesies lain. Sebagian larva nyamuk seperti Wyeomyia hidup dalam keadaan luar biasa. Jentik-jentik spesies ini hidup dalam air tergenang dalam tumbuhan epifit atau di dalam air tergenang dalam pohon periuk kera. Jentik-jentik spesies genus Deinocerites hidup di dalam sarang ketam sepanjang pesisir pantai.

Nyamuk dilengkapi dengan penerima panas yang sangat peka. Mereka mengindra segala sesuatu di sekitar mereka dalam berbagai warna menurut panasnya, sebagaimana terlihat pada gambar di sebelah kanan. Karena pengindraannya tidak bergantung pada cahaya, nyamuk sangat mudah menentukan letak pembuluh darah dalam ruangan yang gelap sekalipun. Penerima panas pada nyamuk cukup peka untuk mendeteksi perbedaan suhu hingga sekecil 1/1000 C. Teknik nyamuk untuk mengisap darah ini bergantung pada sistem kompleks yang mengatur kerja sama antara berbagai struktur yang sangat terperinci.

Nyamuk tidak menusuk kulit dengan cara menghunjamkan belalainya dengan tekanan. Aakan tetapi  dengan cara menggerakkan rahang bawah maju-mundur seperti gergaji dan mengiris kulit dengan bantuan rahang atas. Ketika sengat diselipkan melalui irisan pada kulit ini dan mencapai pembuluh darah, proses pengeboran berakhir. Sekarang waktunya nyamuk mengisap darah.

Namun, sebagaimana kita ketahui, luka seringan apa pun pada pembuluh darah akan menyebabkan tubuh manusia mengeluarkan enzim yang membekukan darah dan menghentikan kebocoran. Enzim ini tentunya menjadi masalah bagi nyamuk, sebab tubuh manusia juga akan segera bereaksi membekukan darah pada lubang yang dibuat nyamuk dan menutup luka tersebut. Artinya, nyamuk tidak akan bisa mengisap darah lagi.

Akan tetapi, masalah ini dapat diatasi. Sebelum mulai mengisap darah, ia menyuntikkan cairan khusus dari tubuhnya ke dalam irisan yang telah terbuka. Cairan ini menetralkan enzim pembeku darah. Maka, nyamuk dapat mengisap darah yang ia butuhkan tanpa terjadi pembekuan darah. Rasa gatal dan bengkak pada titik yang digigit nyamuk diakibatkan oleh cairan pencegah pembekuan darah ini.

Sebagian nyamuk mampu menyebarkan penyakit protozoa seperti malaria, penyakit filaria seperti kaki gajah, dan penyakit bawaan virus seperti demam kuningdemam berdarah dengueencephalitis, dan virus Nil Barat. Virus Nil Barat disebarkan secara tidak sengaja ke Amerika Serikat pada tahun 1999 dan pada tahun 2003 telah merebak ke seluruh negara bagian di Amerika Serikat.

Berat nyamuk hanya 2 hingga 2,5 mg. Nyamuk mampu terbang antara 1,5 hingga 2,5 km/jam.

Aedes Aegeptyperasa panas

 

nyamuk gigitin aku

(sumber, Wikipedia dan sumber lain yang mendukung)

Untuk alternative cara memberantas nyamuk dapat dilihat disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: