Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Gambut dan Cadangan Karbon

Posted by dedenia72 on August 8, 2009

imagesekKebetulan waktu saya sedang aktif menulis tentang gambut, saya datang ke seminar hasil penelitian teman saya yang berhubungan dengan gambut. Seminarnya tentang pembukaan rawa gambut untuk kelapa sawit dan pengaruh nya terhadap sifat kimia tanah gambut dan perhitungan kandungan karbon (M Ari Haryono, Ilmu Tanah IPB angkatan 2004).

Dalam seminarnya dia menyebutkan bahwa tanah rawa gambut akan berubah sifat kimianya jika dibuka menjadi perkebunan sawit. Yang berubah terutama adalah bobot isi, pH, dan kandungan C-org.

Saya tidak tertarik dengan perubahan kimianya karena saya sudah tau apa yang akan terjadi jika hutan rawa gambut dibuka dan dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Yang menarik buat saya adalah dalam penelitiannya dia juga mengukur cadangan karbon (C). Tentu saja ini menarik buat saya karena saya tau bahwa gambut menyimpan karbon dalam jumlah yang besar yang dapat menyumbang terjadinya efek Gas Rumah Kaca jika terlepas. Itu tidak akan terjadi jika tanah rawa gambut
dalam keadaan normal atau masih dalam bentuk hutan rawa gambut. Tapi bagaimana jika hutan rawa gambut dibuka?apa yang akan terjadi?

Yang jelas dalam konversi hutan rawa gambut untuk kepentingan lain dapat membuat siklus karbon terganggu dan cadangan karbon tersisa akan direlease ke udara dalam bentuk CO2, metan, atau dalam bentuk yang lain (gas efek rumah kaca). Dalam satu hectare saja terkandung cadangan karbon sebesar 97-587 karbon. Tentu ini bahaya jika terlepas.

Di satu sisi, kebun kelapa sawit secara ekonomis sangat menguntungkan dan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Tapi dari sisi yang lain dapat merusak lingkungan. Hal ini menjadi issue utama LSM jika akan ada pembukaan rawa gambut. Bahkan Eropa sudah mulai menolak minyak kelapa sawit Indonesia jika dikembangkan di lahan yang berpotensi merusak lingkungan (seperti lahan gambut) Tentu saja ini menjadi dilemma bagi kita. Karena tidak sedikit kebun kelapa sawit kita yang dikembangkan diatas lahan gambut.

Sekarang saatnya bagi kita untuk berpikir teknik-teknik yang dapat membuat Eropa percaya bahwa kebun kelapa sawit yang kita kembangkan diatas lahan bekas hutan rawa gambut tidak merusak lingkungan. Beberapa cara sudah dapat diaplikasikan seperti mengatur tata air atau drainase. Jika ada cara lain yang telah terbukti tentu akan menjadi sumbangan sangat berharga bagi perekonomian yang bertumpu pada minyak sawit kita.

Mari bersama-sama berusaha.

2 Responses to “Gambut dan Cadangan Karbon”

  1. Endang Kusmana said

    Ngomong2 gambut…, gimana kira-kira prospek perkembangan sektor pertanian Indonesia ke depan? Indonesia yang kaya raya, tanahnya yang luas, sumber dayanya melimpah sampai harus mendatangkan bahan-bahan pangan tertentu. Hal ini cukup memprihatinkan.
    Sukses…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: