Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Perencanaan DTA Danau Singkarak

Posted by dedenia72 on March 22, 2009

Danau Singkarak merupakan salah satu danau yang berada di Sumatera Barat yang mencakup 2 kabupaten yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar. Luas danau Singkarak adalah 10.761,53 ha. Danau Singkarak dan sekitarnya merupakan suatu areal yang dipengaruhi 8 wilayah Sub Sub DAS yaitu Sub Sub DAS Sumpur, Sub Sub DAS Partahunan, Sub Sub DAS Paninggahan, Sub Sub DAS Kuok, Sub Sub DAS Imang Gadang, Sub Sub DAS Lembang, dan Sub Sub DAS Aripan.
Daerah Tangkapan Air (DTA) atau Catchment Area suatu danau adalah bagian kulit bumi sekeliling danau yang dibatasi oleh punggung bukit yang menampung air hujan dan mengalirkannya melalui sungai-sungai atau melalui aliran permukaan serta aliran bawah tanah menuju danau. Danau Singkarak dialiri oleh Sungai Lembang/Sumani dan Sungai Sumpur. Daerah yang menampung air hujan dan menyumbangkannya ke kedua sungai ini merupakan bagian dari DTA Singkarak. Selanjutnya air dari danau Singkarak mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Inderagiri Hulu melalui Sungai Ombilin.
Penghutanan kembali dapat mengurangi resiko terhadap erosi dan kekeringan, sumber pendapatan baru bagi masyarakat, keanekaragaman hayati dan penambatan karbon (carbon sequestration) dapat ditingkatkan, dan lingkungan DTA yang gersang akan dapat berubah menjadi hijau yang akan memberikan daya tarik tersendiri (ecotourism). Namun, apabila suatu DTA dihutankan kembali, secara perlahan tingkat evaporasi dan transpirasinya akan meningkat sehingga jumlah air yang mengalir sebagai aliran permukaan dan aliran bawah permukaan menuju danau akan turun (Fahmuddin Agus, Pengelolaan DTA Danau Singkarak dan Dampak Hidrolodisnya). Hal ini tidak membantu untuk meningkatkan jumlah debit air yang ada di danau. Tetapi dapat membantu dalam menyeimbangkan neraca air di DTA tersebut.
Adanya PLTA Singkarak memunculkan dua sisi yang bertentangan. Di satu sisi, PLTA penting dalam penyediaan listrik di daerah sekitar. Namun di sisi lain mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas air danau yang juga berpengaruh terhadap penurunan debit air yang mengalir dari danau ke sungai yang mengakibatkan banyak areal persawahan yang kekurangan air dan kincir air tradisional untuk irigasi di sepanjang aliran sungai Ombilin tidak dapat dioperasikan (Helmi, 2003).
Berdasarkan peta topografi skala 1:50.000, DTA Singkarak sebagian besar merupakan daerah bergunung dengan kemiringan lereng lebih besar dari 40% yang meliputi areal seluas 55.557 ha (55,12%). Hanya sebagian kecil yang merupakan daerah datar 18.287 ha (18,14%) dan landai 26.950 ha (26,74%).
untuk kondisi wilayah lebih lengkap Klik disini(Danau Singkarak merupakan salah satu danau yang berada di Sumatera Barat yang mencakup 2 kabupaten yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar. Luas danau Singkarak adalah 10.761,53 ha. Danau Singkarak dan sekitarnya merupakan suatu areal yang dipengaruhi 8 wilayah Sub Sub DAS yaitu Sub Sub DAS Sumpur, Sub Sub DAS Partahunan, Sub Sub DAS Paninggahan, Sub Sub DAS Kuok, Sub Sub DAS Imang Gadang, Sub Sub DAS Lembang, dan Sub Sub DAS Aripan. Daerah Tangkapan Air (DTA) atau Catchment Area suatu danau adalah bagian kulit bumi sekeliling danau yang dibatasi oleh punggung bukit yang menampung air hujan dan mengalirkannya melalui sungai-sungai atau melalui aliran permukaan serta aliran bawah tanah menuju danau. Danau Singkarak dialiri oleh Sungai Lembang/Sumani dan Sungai Sumpur. Daerah yang menampung air hujan dan menyumbangkannya ke kedua sungai ini merupakan bagian dari DTA Singkarak. Selanjutnya air dari danau Singkarak mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Inderagiri Hulu melalui Sungai Ombilin.
Penghutanan kembali dapat mengurangi resiko terhadap erosi dan kekeringan, sumber pendapatan baru bagi masyarakat, keanekaragaman hayati dan penambatan karbon (carbon sequestration) dapat ditingkatkan, dan lingkungan DTA yang gersang akan dapat berubah menjadi hijau yang akan memberikan daya tarik tersendiri (ecotourism). Namun, apabila suatu DTA dihutankan kembali, secara perlahan tingkat evaporasi dan transpirasinya akan meningkat sehingga jumlah air yang mengalir sebagai aliran permukaan dan aliran bawah permukaan menuju danau akan turun (Fahmuddin Agus, Pengelolaan DTA Danau Singkarak dan Dampak Hidrolodisnya). Hal ini tidak membantu untuk meningkatkan jumlah debit air yang ada di danau. Tetapi dapat membantu dalam menyeimbangkan neraca air di DTA tersebut. Adanya PLTA Singkarak memunculkan dua sisi yang bertentangan. Di satu sisi, PLTA penting dalam penyediaan listrik di daerah sekitar. Namun di sisi lain mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas air danau yang juga berpengaruh terhadap penurunan debit air yang mengalir dari danau ke sungai yang mengakibatkan banyak areal persawahan yang kekurangan air dan kincir air tradisional untuk irigasi di sepanjang aliran sungai Ombilin tidak dapat dioperasikan (Helmi, 2003). Berdasarkan peta topografi skala 1:50.000, DTA Singkarak sebagian besar merupakan daerah bergunung dengan kemiringan lereng lebih besar dari 40% yang meliputi areal seluas 55.557 ha (55,12%). Hanya sebagian kecil yang merupakan daerah datar 18.287 ha (18,14%) dan landai 26.950 ha (26,74%). untuk kondisi wilayah lebih lengkap Klik disini (http://dwikadhisaputra.bravehost.com/Singkarak.html)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: