Beweis von Liebe Unsere

Salam RImba Raya Lestari

Archive for the ‘Farming or Pertanian’ Category

Pupuk Kimia Bukan Pemecah Masalah

Posted by dedenia72 on September 12, 2009

Sell_Urea_46_UkrainePara petani di Indonesia sudah benar-benar tergantung dengan pupuk kimia, terutama Urea. Kelangkaan pupuk Urea dan pupuk kimia yang lain disinyalir sebagai penyebab utama mundurnya pertanian Indonesia. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, dibutuhkan tambahan input dari luar untuk menambah ketersediaan hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Tetapi ada hal lain yang luput dari pengamatan para petani bahkan Read the rest of this entry »

Posted in Teknik Pertanian | Tagged: , , , , , , | 14 Comments »

Tahukah Kita Tentang Padi?

Posted by dedenia72 on September 12, 2009

imagesSemua orang yang membaca postingan ini pasti sudah mengetahui padi. Ya, tanaman yang menghasilkan beras, makanan utama hampir semua warga Indonesia. Tapi benarkah kita tahu tentang padi? Ini adalah cuplikan penelitian yang telah dilakukan oleh teman saya Rafika Rizki Amalia sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana pertanian, IPB Bogor. Saya hanya mengambil sebagian kecil tinjauan pustaka yang membahas tentang botani dan pertumbuhan tanaman padi.

“Padi (Oryza sativa L.) termasuk dalam famili Graminae, Read the rest of this entry »

Posted in Farming or Pertanian | Tagged: , , , , | 8 Comments »

Teknik Bercocok Tanam Kedelai

Posted by dedenia72 on September 4, 2009

Pemilihan varietas dan benih berkualitas
9317-004-4A5AE8CBVaritas yang dianjurkan untuk lahan sawah bekas padi adalah varietas yang berumur genjah (< 80 hari) dan berumur sedang (81-89 hari). Tigabelas varietas yaitu Lokon, Guntur, Tidar, Wilis, Kerinci, Merbabu, Raung, Rinjani, Lompobatang, Lawu, Tengger, dan Jayawijaya dianjurkan untuk lahan sawah bekas padi. Sedangkan varietas lokal berumur genjah yang dianjurkan diantaranya Genjah Slawi, TK-5, dan Lokal Brebes/Lumajang Bewok.
Hal yang perlu diperhatikan secara khusus untuk mendapatkan benih bermutu tinggi adalah sortasi dan penyimpanan benih. Benih yang dipilih adalah benih yang sehat, utuh/bernas dan memiliki daya tumbuh tinggi.
Benih bermutu tinggi harus memenuhi syarat di bawah ini: Read the rest of this entry »

Posted in Teknik Pertanian | Tagged: , , , , , | 8 Comments »

Varietas Kacang Kedelai (Soybean) part 2

Posted by dedenia72 on September 2, 2009

Varietas LOMPOBATANG

Nomer Induk              :B-33549317-004-4A5AE8CB

Asal                                :persilangan Si Nyonya/no.1682

Hasil rata-rata            :1,6t/ha

Warna hipokotil         :ungu

Warna batang             :hijau

Warna daun                 :hijau

Warna bulu                  :putih/abu-abu

Warna bunga               :ungu

Warna  polong tua    :coklat

Warna kulit biji          :kuning, kuning kehijauan

Warna hilum               :coklat

Tipe tumbuh               :semi determinit, bentuk daun lebar dengan ujung runcing

Umur berbunga         :37 hari

Umur matang             :85-87 hari

Tinggi tanama           :60-75 cm

Berat 100 biji             :10,gram

Kadar protein             :38,0%

Kadar lemak                :18,0%

Sifat-sifat lain             :-tahan rebah

-cukup tahan terhadap karat

-dapat tumbuh baik pada tanah salinitas

Dilepas tahun              :1989

Diseleksi oleh              :Balittan Bogor

Varietas TOMBORA

Read the rest of this entry »

Posted in Horticulture | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 7 Comments »

Varietas Kedelai (Soybean) part 1

Posted by dedenia72 on September 2, 2009

Varietas ORBA9317-004-4A5AE8CB
Nomer Induk :1343
Asal :hasil seleksi pedigree dari persilangan Davros/Shakti
Hasil rata-rata :1,5t/ha
Warna hipokotil :ungu
Warna batang :hijau
Warna daun :hijau tua
Warna bulu :coklat
Warna bunga :ungu
Warna polong tua :coklat muda
Warna kulit biji :kuning
Warna hilum :coklat
Tipe tumbuh :semi determinit
Umur berbunga :35 hari
Umur matang :85-90 hari
Tinggi tanaman :50-60 cm
Berat 100 biji :12-14 gram
Kadar protein :38,5%
Kadar lemak :18,6%
Sifat-sifat lain :-polong tidak mudah pecah
-toleran terhadap penyakit karat
Dilepas tahun :1974
Diseleksi oleh :Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Bogor

Varietas GALUNGGUNG Read the rest of this entry »

Posted in Horticulture | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Potensi Pertanian Indonesia

Posted by dedenia72 on August 10, 2009

Menyikapi komentar dari pak Endang Rukmana tentang bagaimana masa depan pertanian Indonesia.

images

Sebenarnya siapapun akan setuju menjawab pertanian Indonesia penuh dengan potensi. Indonesia daerah tropis yang relatif subur karena dilewati oleh sabuk api (rangkaian Gunung Berapi) yang menyebabkan tanah Indonesia kebanyakan dibentuk dari dataran volkan. Pulau Jawa misalnya. Namun pemikiran dalam masyarakat yang sudah mengakar otak bahwa menjadi petani itu penuh dengan kesengsaraan, membuat sebagian besar penduduk memilih mencari pekerjaan lain asalkan bukan petani. Ini tentu menjadi masalah. Hitung saja lulusan IPB atau Universitas manapun jurusan pertanian yang bekerja menjadi petani, atau setidaknya berhubungan dengan pertanian. Hampir bisa dihitung dengan jari (jari orang se-Indonesia dikumpulkan..hehehehe).

Namun pada kenyataanya pertanian Indonesia bukannya maju tapi malah dilewati oleh negar-negara lain yang baru saja bergelut di bidang ini.

Yang menyebabkan pertanian kita menjadi tidak maju adalah (menurut pendapat penulis..) antara lain disebabkan karena:

  1. Tidak adanya jaminan keamanan dari pemerintah.

Keamanan yang penulis maksud adalah keamanan yang menjamin kehidupan petani (susah dimengerti ya…). Maksudnya seperti ini. Kita tentu sering mendengar keluhan petani tentang harga pupuk mahal, bibit dan benih susah dicari, susah mencari pasar akibatnya pas panen harga murah meriah karena dijualnya ke tengkulak. Nah, keamanan seperti itulah yang menurut penulis harus dijamin oleh pemerintah. Mari kita tengok Thailand dan Vietnam yang sejarah pertaniannya lebih muda dari kita atau Jepang yang tanahnya bahkan bisa diukur dengan meteran (saking kecilnya Jepang dibanding kita). Pertanian mereka maju karena pemerintahan menjamin  semua itu. Pemerintah menyediakan pasar bagi petani mereka dan membeli produk pertanian yang mereka hasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk pertanian impor. Bahkan ada reward bagi petani mereka yang berprestasi. Hal semacam ini tidak boleh dianggap sepele karena hasil yang ada telah membuktikan bahwa petani menjadi lebih semangat bekerja dengan adanya keterjaminan tersebut. Pak Andi Rianto, teman sekaligus orang yang saya hormati pernah bilang “gue bikin hepi anak buah gue, kalo anak buah gue hepi, mereka kerja hepi, ayam-ayam gue hepi, gue juga hepi pas liat hasilnya”. Mungkin seharusnya pak Andi jadi Presiden. Hehehehe.

          2. Kurangnya penyuluhan atau distribusi ilmu terhadap petani

Setiap mahasiswa IPB harus meneliti tentang pertanian sebagai syarat kelulusan mereka. Tapi tidak banyak hasil penelitian tersebut yang sampai ke petani. So, apa gunanya mahasiswa IPB meneliti Read the rest of this entry »

Posted in Farming or Pertanian | Tagged: , , , | 12 Comments »

TERUBUK (Saccharum edule Hasskarl)

Posted by dedenia72 on August 3, 2009

bunga terubukTerubuk (Saccharum edule Hasskarl) termasuk ke dalam famili Graminae. Bentuk tanaman ini sama dengan tanaman tebu yaitu memiliki batang yang beruas-ruas dan berwarna hijau kemerahanDi daerah Jawa Barat, tanaman ini dikenal dengan nama tiwu endog atau terubus, sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan nama tebu endog atau tebu terubuk. Sebutan endog atau telur pada nama tanaman ini dikarenakan tekstur bagian yang dikonsumsi menyerupai telur ikan.

Terubuk tumbuh optimal pada temperatur 20o-30oC. Daerah pertumbuhan tanaman terubuk berkisar antara 1-2000 m di atas permukaan laut (dpl). Tanaman ini tumbuh subur pada kondisi tanah dengan pH sekitar 5-6 . Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara menanam potongan batang (stek) karena tanaman ini tidak memproduksi benih. Stek batang akan berakar dan membentuk suatu rumpun tanaman. Bunga tebu terubuk terbentuk di dalam batang (malai muda) dan terbungkus pelepah daun/kelobot.

Walaupun termasuk kedalam sayuran “kampung” terubuk kaya akan nutrisi dan zat-zat yang baik bagi tubuh. Terubuk banyak mengandung mineral terutama kalsium dan fosfor, disamping vitamin C. Dalam 100g bunga terubuk segar mengandung air 89 g, protein 3.8-4.1 g, karbohidrat 6.9-7.6 g, serat 0.7 g, Ca 10 mg, Fe 0.4-2 mg, fosfor 80 mg, vitamin C 21 mg dengan total energi sebesar 143-160 kJ/100 g.

Terubuk mulai dapat dipanen pada umur lima bulan setelah penanaman. Bagian yang dipanen dari tanaman ini adalah bagian malai yang masih muda, sedangkan yang dikonsumsi adalah bagian bunga yang terbungkus pelepah daun/kelobot. Bunga tanaman ini biasa dimakan dalam bentuk mentah (lalab), dikukus atau ditumis. Sayur yang dikenal dengan bahan dasar bunga terubuk antara lain sayur lodeh, tumis, kare dan sayur asem. Di Eropa terubuk sering digunakan sebagai bahan pengganti cauliflower.

(Digoreng dengan campuran tepung pun enak loh apalagi dibuat perkedel……mmmmmmhhhh yuammmy BGT…bikin pengen makan lagi…lagi dan lagi…^_^..

Posted in Horticulture | Tagged: , , | Leave a Comment »

Zone dalam Permaculture

Posted by dedenia72 on August 1, 2009

Sukses permaculture teletak pada bagaimana kita mengatur zone. Dimana kita harus meletakkan rumah, kebun, kolam, penampungan air, hutan (jika kita punya lahan) agar memudahkan kita saat kita membutuhkannya. Dalam permaculture ada 4 zone dimulai dari 0 dimulai dari rumah.
Zone 0 adalah tempat kita menempatkan lokasi yang harus kita kunjungi setiap hari. Seperti kebun kangkung yang harus kita siram setiap hari atau kandang ayam yang harus kita beri makan setiap hari. Zone 0 adalah zone yang harus kita letakkan paling dekat dengan tempat kita tinggal.
Zone I adalah zone yang sering kita kunjungi tapi tidak harus intensif. Misalnya kita baru harus mengunjunginya setiap 3 hari sekali. Seperti jika kita punya kebun cabe. Kita tidak perlu mengunjungi setiap hari. Tapi cukup 2-3 hari sekali.
Zone II adalah zone yang lebih jarang kita kunjungi. Misalnya 1-6 bulan sekali. Jika kita punya kebun yang kita Tanami manggis atau durian kita tidak perlu mengunjunginya setiap minngu. Kita hanya perlu mengunjungi jika waktu kita member pupuk atau menyiangi rumput yang mengganggu.
Zone III adalah zone yang hanya perlu kita kunjungi setahun (bahkan lebih) sekali. Zone ini adalah hutan (seperti yang kami bilang jika kita punya hutan). Tidak perlu kan kita mengunjungi hutan setiap kali. Kita hanya perlu mengunjungi jika kita ingin memanen hasil hutan kita.

Posted in Permaculture | Tagged: , , | 3 Comments »

Air dalam Permaculture

Posted by dedenia72 on August 1, 2009

Sumber air merupakan hal yang penting dan vital dalam pembuatan permaculture. Karena semua komponen biotic (hidup) butuh air. Pengefisiensian penggunaan air dapat dilakukan dengan pembuatan kolam sehingga dapat menampung air dari hujan atau tangki air. Apalagi jika masuk pada daerah yang kurang air maka penyimpanan air sangat diperlukan.
Ini adalah salah satu contoh pembuatan kolam yag disambungkan dengan saluran pembuangan air kamar mandi. Lebih bagus jika diberi filter (penyaring) mulut pipa yang ada dikolam.

Posted in Permaculture | Tagged: , | Leave a Comment »

Pemilihan Komoditi Permaculture

Posted by dedenia72 on August 1, 2009

Komoditi yang dimaksud adalah komoditi yang akan dikembangkan. Tidak hanya tanaman, tapi ternak juga perlu diperhatikan. Keadaan seperti iklim makro maupun mikro, kondisi kesuburan tanah, juga kebutuhan kita harus diperhatikan sebelum memutuskan akan mengembangkan apa.
Kita ingin menanam jambu karena kata orang cocok tapi kita tidak tau tentang perawatan jambu dan jambu adalah tanaman tahunan. Tanaman yang jika berbuah pun kita hanya bisa membaginya dengan tetangga karena tidak mungkin menjual nya karena terlalu sedikit atau memakannya sendirian karena terlalu banyak.
Kenapa kita kitak mencoba menanam kankung atau sayuran cepat tumbuh lainnya (hanya 3 minggu bisa panen). Karena selain kita bias memakannya sendiri, kita juga bisa berbagi dengan tetangg, atau kalo tidak malas kita bisa menjual seikatdemi seikat secara berkeliling atau menitipkan saja ke tukang sayur. Lumayan kan untuk tambahan jajan anak-anak kita.
Kita ingin beternak babi. Tapi bukankah sekarang sedang marak flu babi. Kita bisa menggantinya dengan ayam atau yang lain yang menurut kita aman. Karena percuma kita memelihara sesuatu tanpa mencurahkan hati kita (hehehehe)
Oleh sebab itu kita harus memilih komoditi dengan pemikiran yang seksama. Dan jenis komoditi yang kita pilih harus saling bercooperation satu sama lain. Usahakan tidak ada kompetisi sedikitpun di desain yang telah dibuat.

Posted in Permaculture | Tagged: , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.