Jakarta Banjir, Bogor Kambing Hitam
Posted by dedenia72 on November 23, 2009
Bukan hal yang menyenangkan jika kota yang kita huni terkena banjir. Jalanan menjadi macet, suasana rumah menjadi tidak menyenangkan, banyaknya terjangkit penyakit, barang dan harta hilang, dan lain-lain. Namun ada yang tidak menyenangkan ketika beberapa orang menyebutkan bahwa banjir adalah kiriman dari kota terdekat yang posisinya lebih tinggi. Contoh saat Jakarta banjir pasti masyarakat Jakarta menyebutkan banjir itu adalah kiriman dari Bogor. Mungkin bagi sebagian besar masyarakat Bogor hal itu bukan masalah besar. Namun menjadi “gangguan” buat saya ketika mendengar hal itu dikatakan (padahal saya bukan orang Bogor).
Memang Bogor adalah kota hujan. Nyaris setiap sore selalu hujan bahkan disaat bukan musim hujan. Dulu ada daerah Puncak yang dapat memaksimalkan penyerapan air ke dalam tanah dan menahan sementara sehingga tidak terjadi luapan air ke daratan dan sungai. Namun wilayah Puncak tersebut sudah banyak dikonversi menjadi villa-villa dan perumahan. Siapa yang mengkonversi wilayah konservasi menjadi bangunan. Silahkan di survei, villa-villa daerah Puncak sebagian besar pemiliknya adalah masyarakat elite ibukota. Wilayah konservasi lain seperti Gunung Bunder tak luput juga dari pembangunan villa. Dan lagi-lagi sebagian besar pemiliknya adalah masyarakat elite ibukota.
Memang lokasi daerah Bogor yang tinggi membuat aliran sungai selalu mengalir ke bawah (Jakarta, Tangerang, Depok, dll). Namun apakah jika Jakarta banjir wajar kalau masyarakatnya menyalahkan Bogor sebagai daerah penyuplai air? menurut saya tidak. Tengok lah bagaimana kondisi selokan dan sungai di wilayah kita yang “kaya” akan sampah dan membuat aliran mampet lalu air sungai meluap ke darat menghasilkan banjir. Juga berapa persen daerah Jakarta yang masih terdapat pohon besar sebagai penangkap air? nyaris tidak ada. Semua tempat di Jakarta sudah 90% (atau mungkin lebih besar?) teraspal atau setidak nya tertutup paving blok. Hal ini tentu semakin menyusahkan air meresap ke dalam tanah.
Jadi jika Jakarta banjir kembali, hal ini tak lain dan tak bukan adalah hasil kreasi kita sendiri, para manusia. tidak ada hubungan dengan kota yang lebih tinggi atau wilayah yang lebih rendah. Tulisan ini tidak ada maksud atau tujuan rasisme atau fanatik sempit. Namun lebih sekedar ingin mengajak masyarakat sadar akan lingkungan sendiri. Jika setiap Jakarta banjir Bogor selalu menjadi kambing hitam maka tidak akan ada jalan keluar yang terbaik. Kita harus bertindak demi kehidupan kita sendiri.
SALAM RIMBA RAYA LESTARI.








kreatips said
iya tuh … kalo dijakarta ujan trus dibogor ngga ujan, trus dijakarta banjir.
zipoer7 said
Salam Takzim
Mohon izin memberi Award kepada Sahabat jika berkenan dijemput ya
Salam Takzim Batavusqu
zipoer7 said
Salam Takzim
Mohon izin memberi Award kepada Sahabat dijemput ya jika berkenan
Salam Takzim Batavusqu
the riza de kasela said
Siapa suruh datang Jakarta
Hahaha………
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/
Hary4n4 said
Paling yg ngomong…juga para elitnya… Yaa ndak….?
Budaya mencari kambing hitam, harusnya udah tidak diberlakukan lagi… Itu namanya egois, pingin menang dan benar sendiri…
Ayo lekas sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya alam kita yg makin lama makin rusak oleh ulah manusia ini…
Salam hangat dan damai selalu…
aodoyz said
Halo adhi, aku juga berkunjung ke blog mu nih..
hujan salah (coz bikin banjir). panas salah (kekeringan deh)
jadi mo nya apa???
sobatsehat said
jangan saling menyalahkan neh kang
zipoer7 said
Salam Takzim
Banjir lagi dooohh dingin teh
KangBoed said
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
KangBoed said
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
KangBoed said
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
zipoer7 said
Salam Takzim
Habis kebanjiran mau
ngucapin
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430H
Semoga pengorbanannya keterima
Amin
Salam Takzim Batavusqu
yusupman said
Salam hari raya Iedul qurban…semoga pengorbanan yang berqurban atas keikhlasannya berbagi sebagai Ibadah yang mulia…SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430H
zipoer7 said
Salam Takzim
Kembali mengucapkan dihari yang penuh penerimaan qurban, kuberharap mendapat sepotong nasehat terima kasih
Salam Takzim Batavusqu
yos said
kambing putihnya sapa nie, hehee…
————————————–
blogroll link yos disini tolong diedit ya mas jadi dot com saja…
BaNi MusTajaB said
menyinggung masalah banjir, dulu Fauzi Bowo pernah berkata,”serahkan pada ahlinya.”
tampaknya,sang ahli yang diharapkan tidak juga berhasil…
radya said
semoga pengorbanan si kambing hitam di hari qurban ini mendapat balasan yang setimpal…
FYI, ada buku gratis di sini
thepenks said
hehe… kasihan bogor… dikambinghitamkan terus..
zipoer7 said
Salam Takzim
apa kabar sahabat
Salam Takzim Batavusqu
Aldy said
Dari pada nggak ada alasan yang tepat, lebih bogor saja dijadikan kambing hitam.
Biarkan sajalah, toh yang menikmati banjir orang jakarta juga. Kalau nggak mau banjir, ya jangan tinggal di Jakarta, pindah aja ke bogor.
grosir baju said
hihi, setuju pindah aja ke bogor
haris ahmad said
wah kok bogoe disalahin
haris ahmad said
kenapa bogor disalahkan
fadielajah said
salam shabat blogger.. lama tag bersua.. hhee..
bogor oh bogor..!! deritamu kawan.. ahahahhah
Baju Wanita said
kasihan bogor jadi kambing hitam…